Rabu, 23 Januari 2008

Tips Sukses PDKT Jilbab


1. Beri pengertian kepada orang tua dengan lemah lembutdan sabar. Jangan mengharapkan mereka akan langsung mengerti keinginanmu. Bagaimanapun, setiap orang memerlukan waktu untuk berdamaidengan situasi yang bertentangan dengan kata hatinya.



2. Gunakan kalimat yang baik, dan berilah contoh jilbaber-jilbaber sukses di sekitarmu, yang berprestasi dan bisa member kebanggaan pada orang tua.
ΓΌ Perbaiki dirimu, ubah kebiasaan buruk, dan buktikan kamu bisa menjadi anak yang lebih baik dibandingkan sebelum berjilbab.



3. Pacu semangat belajarmu dan raih sebanyak mungkin prestasi, buatlah kedua ortu dan keluarga besarmu lebih bangga lagi padamu, setelah berjilbab.



4. Jika ortu masih bersikeras melarang, bicaralah dan cari dukungan dari sanak keluarga lain, mungkin tante atau om yang dihormati kedua ortumu. Minta mereka membantu member pengertian kepada kedua ortumu.



5. Bangun komunikasi dengan ortu, betapapun susahnya. Berikan penjelasan seperlunya terhadap aktivitasmu sekarang. Jangan berahasia yang tidak perlu dan menambah kecurigaan ortu terhadapmu.



6. Pekerjaan rumah. Ringankan pkerjaan Ibu. Jangan hanya karena malas sebab harus mengenakan jilbab, kamu jadi rajin mengurung diri di kamar dan tidak bisa diandalkan.

Selasa, 22 Januari 2008

Pengalaman Berjilbab


Sebenarnya aku waktu SMP aku pernah ngomong pengen berjilbab kalo udah SMA. Nggak tahu kenapa punya pikiran macam begitu, juga nggak tahu kok kenapa pas SMA mau berjilbab. Itu semacam pikiran selintas yang tiba-tiba diomongin.
Tapi mamaku bilang, nggak usah aja, dimantapin dulu hati, baru berjilbab. Ternyata entah pengaruh kata-kata mama atau aku yang suka labil waktu itu, pas SMA aku masih juga nggak berjilbab. Malah, kayaknya makin tambah hepi aja dengan pakaian seadanya. Mungkin karena pengaruh usia dan pergaulan juga.
Aku masuk SMA usia lima belas tahun. Lagi ABG-ABG nya. Pengen niru gayanya para seleb. Juga suka hepi-hepi ke sana kemari sama temen-temen. Kebetulan waktu SMA aku punya teman-teman se genk yang akrab banget. Temanku se genk yang bisa dibilang tetanggaan, dia ini berjilbab. Suatu kali, pas hari jum’at, aku iseng minjem jilbab temenku ini untuk ke sekolah. Dan ternyata reaksi teman-temanku sungguh nggak terduga. Teman-temanku bilang, “wah, bagus banget, cantik banget lho kalo kamu berjilbab.”